Jumat, 07 Agustus 2015

Pengaruh Musik terhadap Kecerdesan AUD

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Musik dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. musik secara aktif berpengaruh pada perkembangan mental dan fisiologis otak. Kegiatan ini membantu pembentukan jalur-jalur saraf yang berhubungan dalam otak dan dengan cara mendorong terbentuknya hubungan antarsel otak. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan mental dan fisik seseorang. Musik juga dapat membantu kita merasa bertenaga, percaya diri, mengurangi kesedihan, menghapus kemarahan, melepaskan stres serta mengurangi rasa takut dan cemas.
Musik harus dikenalkan sedini mungkin pada anak bahkan sejak dalam kandungan anak sudah dirangsang dengan jenis musik yang dapat mengembangkan kecerdasan anak yaitu jenis musik klasik. Memperdengarkan musik atau suara lain yang menyenangkan bagi bayi yang masih dalam kandungan ternyata bisa menstimulasi sistem pendengaran mereka dan berpengaruh positif pada respons mereka terhadap musik dan suara-suara lain setelah mereka lahir.

I.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ingin dikupas diantaranya adalah :
1.      Apakah Hakikat musik itu?
2.      Bagaiman Pengaruh musik terhadap kecerdasan kognitif?
3.      Bagaiman Pengaruh musik terhadap kecerdasan emosi?
4.      Bagaiman Peran musik di paud?
5.      Apa saja Contoh fenomena di masyarakat?

I.3 Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat mengetahui dan menjelaskan :
1.    Hakikat musik
2.    Pengaruh musik terhadap kecerdasan kognitif
3.    Pengaruh musik terhadap kecerdasan emosi
4.    Peran musik di paud
5.    Contoh fenomena dimasyarakat


BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Hakikat Musik
            Saat mulai belajar tentang musik sama dengan saat mulai belajar apa saja. Musik adalah wadah segala jenis pendidikan kanak-kanak. Hal itu muncul secara alami menjadi kebutuhan kanak-kanak. Menurut Allegory of musik karya Lorenzo Lippi,  musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang.
Menurut Aristoteles (Wikipedia Indonesia, copyright @ 2006, www. Google.com). musik yaitu mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, jiwa patriotisme. Mendengarkan musik dapat membantu mengurangi sedikit beban pikiran melalui bernyanyi dapat mencurahkan perasaan yang ada dalam hati. Misalnya di saat sedih mendengarkan lirik musik yang sedih maka perasaan akan lega bahkan sampai menangis.

II.2 Pengaruh Musik terhadap Kecerdasan Emosi
Masa kanak-kanak adalah masa yang paling menakjubkan, semua dasar-dasar pertumbuhan berkembang pada masa ini. Musik bagi anak dapat berperan sebagai wahana yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dapat berwujud pernyataan atau pesan dan memiliki daya yang dapat menggerakkan hati, berwawasan citarasa keindahan. Musik melalui nyanyian dapat menyalurkan, mengendalikan, menimbulkan perasaan tertentu seperti rasa senang, lucu, haru dan kagum. Hal ini sangat erat berkaitan dengan perkembangan emosi, perkembangan psikomotorik anak juga dapat berkembang melalui musik, misalnya pada saat anak senam.
Kemampuan anak dalam mengungkapkan pikiran melalui nada, emosi (rasa) dan gerak dapat dikembangkan melalui musik. Pada hakekatnya musik merupakan bahasa nada karena musik dapat didengar, dikomunikasikan melalui nada. Musik juga merupakan bahasa emosi karena dapat mengungkapkan perasaan tertentu seperti senang, lucu, haru atau kagum. Melalui gerakan nyanyian/musik memiliki bahasa gerak, karena musik memiliki birama (ketukan tetap dan teratur), irama (panjang pendek bunyi) dan metodi (tinggi rendah nada). Menurut Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak.
Kehalusan dan kepekaan seseorang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain, menghayati pengalaman kehidupan dengan “perasaan”, adalah fungsi otak kanan, sedang kemampuan mengerti perasaan orang lain, mengerti pengalaman dengan rasio adalah fungsi otak kiri.
Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya sendiri sehingga tidak meledak dan akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya secara wajar. Misalnya seseorang yang sedang marah maka kemarahan itu tetap dapat dikendalikan secara baik tanpa harus menimbulkan akibat yang akhirnya disesali di kemudian hari.
Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh. Kemampuan motivasi adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dalam hal ini terkandung adanya unsur harapan dan optimisme yang tinggi, sehingga memiliki kekuatan semangat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, misalnya dalam hal belajar. Seperti apa yang kita cita-citakan dapat diraih dan mengisyaratkan adanya suatu perjalanan yang harus ditempuh dari suatu posisi di mana kita berada ke titik pencapaian kita dalam kurun waktu tertentu.
            Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka.
Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.
Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang inherent terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.
Musik digambarkan sebagai salah satu “bentuk murni” ekspresi emosi. Musik mengandung berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan komponen-komponen emosi manusia.
Musik Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pembentukan emosi anak. Salah satunya peran orang tua di dalam keluarga akan membentuk “cetakan” emosi seorang anak yang akan berpengaruh besar pada perilakunya sehari-hari. Gaya pengasuhan yang berbeda pada setiap orang tua akan mempengaruhi kepribadian anak. Gaya pengasuhan yang baik adalah orang tua yang pemurah – permisif. Gaya ini disebut pemurah dan permisif karena orang tua yang tergolong demikian adalah orang tua yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bergerak, tidak terlalu banyak menuntut atau melarang anak. Orang tua yang pemurah permisif adalah orang tua yang hangat, suka merawat dan terlibat dengan anak, tetapi tidak mengontrol anak walaupun tidak terlalu ketat. Belajar musik merupakan kegiatan yang positif bagi anak. Kegiatan ini mampu mengasah kemampuan fisik, mental sekaligus kepekaan emosi sesorang anak secara seimbang.
Untuk kesiapan fisik anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua.
1.    Instrumen musik didesain sesuai dengan ukuran anak. Apakah alat musik terlalu berat, terlalu besar atau terlalu banyak menuntut energi fisik bagi anak.
2.    Memperhatikan ciri-ciri fisik anak lebih cocok dengan instrumen tertentu.
3.    Mengenali anak apakah anak menyenangi atau membenci sensasi yang ditimbulkan oleh alat musik yang dimainkannya.
Orang tua harus memperhatikan kondisi emosi dan perilaku anak. Misalnya, anak yang sangat aktif (hampir tidak bisa diam) tentunya anak akan lebih siap dan cocok apabila belajar drum daripada bola. Sebaliknya anak yang pendiam dan tidak suka ribut akan lebih senang mendengar suara biola daripada terompet. Untuk anak yang lebih suka bekerja sendiri, pilihlah instrumen yang soliter seperti gitar atau piano. Orang tua berperan sangat aktif selain terus menerus mendorong serta memotivasi anak-anak, orang tua bertindak sebagai pemberi inspirasi dan pelatih ketika anak-anak belajar memainkan alat musik pilihan.
Yang harus diperhatikan orang tua untuk mengembangkan dan memperkuat harga diri anak yang positif.
a.    Memanfaatkan setiap kesempatan untuk menciptakan harmoni.
b.    Mendorong anak untuk mandiri.
c.    Mengupayakan keseimbangan.
d.   Mengizinkan anak untuk memilih musik yang ingin didengar dan orang tua jangan terlalu mengatur.
            Mendengarkan musik sebagai jembatan antar generasi. Anak mengungkapkan isi dan pesan musin melalui nada, rasa dan gerak. Namun hal itu baru dapat dilakukan dengan baik apabila anak memperoleh pengalaman musik secara langsung. Pengalaman musik diperlukan untuk mengembangkan kemampuan dasar musik anak. Oleh karena itu, orang tua memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dasar musik seorang anak.

II.3 Peran Musik di PAUD
·         Menurut Kamtini dan Tanjung ( 2005) peran musik diantaranya:
1.      Media ekspresi atau ungkapan perasaan dan isi hati
Contoh : anak melompat saambil bernyanyi (lagu ciptaan sendiri) ketika hatinya senang dan bayi menangis sesaat setelah dilahirkan.
2.      Media komunikasi
Contoh : pukulan kentong dan bedug dimasjid, lagu yang mengandung pesan ajakan
3.      Media bermaian, J. Huizinga (1952) mengantakan bahwa manusia adalah makhluk bermain ( homo ludes ).
Contoh : tari dan nyanyian anak-anak umumnya mengandung permainan, tarian dan nyanyian yang menirukan tingkah laku binatang, tumbuhan dan benda alam lain mengandung sifat bermain.
4.      Media berfikir kreatif
 Guru harus terus menerus memberi berbagai ppengalaman belajar pada murid agar mampu memecahkan masalah dan kreatif, salah satu cara yaitu melalu pembelajaran seni :
Tari permainan anak, lagu yang responsorial ( bersautan).
5.      Media pengembangan bakat/kemampuan yang dimiliki anak dengan mengamati atau melakukan ( menari/menyanyi ).
·         Ciri-ciri siswa dengan kecerdasan musik diantaranya:
1.      Biasanya mempunyai kemampuan yang baik dalam bidng musik (lagu, bermain musik, bernyanyi).
2.      Mengekspresikan dirinya melalui nyanyian, lagu, musik.
3.      Biasanya berfikir dalam kerangka suara, ritme dan pola-pola lagu.
4.      Biasanya reaksi spontan mereka pada musik baik mengakpresiasi, atau mengkritisi apa yang didengarnya.
5.      Amat sensitif atau peka terhadap suara dilingkungannya, misalnya: suara jangkrik, tetesan air, gema risik daun, dll.
·         Cara mengembangkan kecerdasan musikal
1.      Mainkan permainan musikan bersama teman-teman.
2.      Buatlah koleksi rekaman musik favorit dan dengarkan secara teratur
3.      Ikutilah pelajaran musik formal untuk mempelajari alat musik tertentu.
4.      Luangkan waktu selama satu jam setiap minggu untuk
5.      Ikutilah kursus apresiasi musik atau teori musik. Biasakan untuk belajar, bekerja, atau makan dengan diiringi musik, pada waktu yang biasanya tenang
6.      Adakah diskusi tentang musik bersama teman-teman
7.      Cari kembali musik kegemaran sendiri.
8.      Karanglah lagu ciptaan sendiri
9.      Lakukan semua dengan komunikasi dengan keluarga atau teman selama satu dua jam dengan bernyanyi.
10.  Pelajarilah program pelatihan musik khusus.

II.4 Contoh Kasus
Pengaruh Musik Orang Dewasa Terhadap Mental Anak Usia Dini.
            Pada dasarnya musik sangat baik perannya untuk anak usia dini yaitu sebagai media mengekspresikan dirinya, tetapi menjadi sangat disayangkan ketika anak lebih menyukai musik-musik atau lagu-lagu orang dewasa. Anak cenderung mudah menghafal lirik-lirik lagu orang dewasa yang seharusnya belum saatnya untuk diperdengarkan pada anak usia dini, akibatnya anak memiliki pola pikir yang yang tidak sesuai dengan usianya. Banyak dijumpai ketika anak-anak ditanya mengenai hal-hal dasar seperti  contohnya nama walikota daerah sendiri anak banyak tidak tahu atau justru cenderung acuh, berbeda ketika anak-anak ditanya mengenai penyanyi lagu yang sedang ngetrend akhir-akhir ini dengan lantang mereka dapat menjawab.
            Hal ini menjadi keprihatinan bagi kita yang merupakan calon pendidik untuk tanggap akan kondisi tersebut. Berangkat dari hal yang sederhana seorang pendidik baiknya mengenalkan/ mengajarkan pada anak didiknya lagu anak-anak atau lagu yang sesuai dengan usia yang dipadukan dengan permainan yang menarik, sehingga anak menjadi antusias dan tertarik untuk lebih menyukai lagu-lagu yang memang sesuai dengan usianya.
            Namun tidak lepas dari peran keluarga khususnya orangtua yang memang menjadi pendidik utama untuk mengenalkan lagu yang lebih mendidik kepada anaknya. Guru disekolah hanyalah sebagai fasilitator yang melanjutkan dari peran orangtua. Jadi sebagai orang tua perlu memilah dan memilih tontonan dan lagu yang sesuai dengan usia anak.
BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
            Masa kanak-kanak adalah masa yang paling penting, semua dasar-dasar pertumbuhan berkembang pada masa ini. Musik bagi anak dapat berperan sebagai wahana yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dapat berwujud pernyataan atau pesan dan memiliki daya yang dapat menggerakkan hati, berwawasan citarasa keindahan. Musik melalui nyanyian dapat menyalurkan, mengendalikan, menimbulkan perasaan tertentu seperti rasa senang, lucu, haru dan kagum. Hal ini sangat erat berkaitan dengan perkembangan emosi, perkembangan psikomotorik anak juga dapat berkembang melalui musik.
            Namun dalam memahami perkembangan musik serta lagu-lagu dijaman ini perlu adanya pengawasan terhadap anak, supaya tidak terpengaruh dengan musik atau lagu-lagu orang dewasa serta tidak mengganggu perkembangan mental anak. Sehingga perlu adanya kerjasama antara orangtua dengan guru untuk bersama-sama mengenalkan dan mengajarkan lagu yang lebih mendidik pada anak sejak usia dini.

III.2 Daftar Pustaka

Maria, Ana. 2009. Kercedasan Musik. Yogyakarta: Tugu Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar