Jumat, 07 Agustus 2015

English Development


Dosen Pengampu        : Ratna Wahyu Pusari, M.Pd,Yanuaria Eka Sari / 14150032

1.        Jelaskan dan sebutkan lima aspek bahasa, berikan masing-masing teori dan contohnya minimal 2 !
Jawab :
a.       Phonetic (Fonem)  : Sebuah pengetahuan fonetik mengacu tentang hubungan symbol-suara dalam bahasa. Sebuah fonem adalah satuan linguistik terkecil suara, yang dikombinasikan dengan fonem lain untuk membentuk kata-kata
Teori :
ü  Fonem adalah suatu bunyi terkecil yang dapat membedakan arti. ( Munandar, Utami. 2001 : 59)
ü  Fonetik meneliti bunyi bahasa menurut cara pelafalananya, dan menurut sifat-sifat akustiknya. ( Verhaar, 1999: 10)
ü  Fonologi merupakan salah satu bagian dari tata bahasa, yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa pada umumnya. (Keraf, G dalam Utami Munandar, 2001 : 59) 
Contoh :
-          Ketika bayi belajar mengoceh atau memanggil mamanya, bayi mencoba mengeluarkan suaranya meskipun belum terdengar jelas ucapannya hanya dan sebatas kata ma – ma.
-          Ketika bayi menginginkan sesuatu karena belum mampu mengucapkan sesuatu hanya mengeluarkan suara berupa tangisan.

b.      Semantic  : Pengetahuan semantik mengacu pada label kata-kata yang menentukan konsep dan juga jaringan semantik, atau skema yang mewakili keterkaitan antara konsep
Teori :
ü  Semantik adalah komponen bahasa yang menyangkut makna kata dan kombinasi kata. ( Bernstein dalam Jovita Maria Ferliana,  2014: 176)
ü  Dalam usahanya untuk mengerti arti suatu perkataan, anak-anak harus membuat suatu hipotesis tentang arti kata. Caranya ialah dengan membuat pemetaan (mapping) konsep-konsep mereka tentang objek-objek, kejaidan-kejadian, sifat-sifat dan hubungan-hubungan yang tidak asing bagi mereka ( Clark & Clark dalam Utami Munandar, 2001: 74)
Contoh :
-          Ketika ibu menunjuk seekor anjing dan berkata Bruno, si anak kemudian mengaplikasikan Bruno untuk semua hewan yang berkaki empat.
-          Ketika anak mengetahui sebuah benda yang berbentuk bulat adalah bola, kemudian ketika ia melihat benda yang berbentuk bulat yang ada dalam pikirannya adalah bola.

c.       Syntactic : Tata bahasa yang mengatur bagaimana kata-kata dikombinasikan untuk membuat kalimat atau frasa bermakna atau ucapan-ucapan.
Teori :
ü  Sintaksis adalah bagian dari tatabahasa yang membicarakan struktur frasa dan kalimat (Ramlan dalam Henry Guntur Tarigan, 1983: 3)
ü  Sintaksis adalah cabang linguistik yang menyangkut susunan kata-kata didalam kalimat. (Verhaar, 2008: 11)
Contoh :
-          Ketika anak sudah masuk dalam fase lebih dari satu kata usia sekitar 18, pada fase ini anak sudah dapat membuat kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata atau lebih (Jovita Maria Ferliana, 2014:15). Pada fase ini bicara anak sudah mulai sesuai dengan struktur dan mempunyai makna. “Mama.. aku mau pipis”
-          Ketika anak sudah mampu bertanya pada ibunya,”Mamah, Papa mana?” . Dalam kalimat tersebut walaupun masih sangat sederhana, tergabung diantaranya beberapa kata yang mempunyai makna bahwa anak tersebut sedang mencari  papanya.
Analisis :

d.      Morhphemic : anak-anak belajar bahwa beberapa kata-kata memiliki makna yang terkait tetapi digunakan dengan cara yang berbeda dalam pidato dan bahasa tertulis dan memiliki struktur kata yang berbeda. Sebuah kata terdiri dari satu atau lebih bermakna unit linguistik. Unit terkecil dari makna dalam bahasa adalah  morfem tersebut. Ada dua jenis morfem (a) Morfem bebas digunakan sendiri sebagai kata-kata (book, house) (b) Morfem terikat harus melekat pada morfem bebas (s in houses; ly in slowly; ter – dalam tertidur)
Morfem terikat terdiri dari dua jenis: derivasi dan infleksi. Morfem derivatif termasuk prefiks, seperti un- di happy dan akhiran, seperti -ness dalam happiness. Morfem inflektif yang akhiran ditambahkan untuk mengubah verba tegang, pluralitas untuk membuat perbandingan, seperti walk – walked, cat – cats.
Teori :
ü  Morfologi adalah struktur kata. Dengan menambahkan afiks pada kata, maka mengubah makna kata. Struktur morfologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi ekspresi bahasa beberapa anak sesuai dengan usianya ( Jovita Maria Ferliana, 2014: 175)
ü  Pada kalimat dalam bahasa-bahasa Eropa, perubahan-perubahan yang terjadi pada kata dalam bentuk infleksi morfologi baru muncul pada fase diferensiasi (2,5-5 tahun) , ketika anak-anak mulai mengadakan diferensiasi pada kelas kata dan diferensiasi morfologi ( Utami Munandar, 2001: 76)
Contoh :
-          Ketika seorang anak sudah mampu mengucapkan dan membedakan kata “ happy dan unhappy”. Dari kata tersebut anak
-          Ketika anak sudah mulai memahami kata mama tidur, mama tertidur. Anak paham bahwa kata “ mama tidur” merupakan hal yang disengaja mama untuk istirahat tidur sedangkan tertidur memiliki makna bisa jadi sedang bersantai tiba-tiba tertidur (tidakada rencana untuk tidur)

e.       Pragmatic : Penggunaan bahasa tertanam dalam konteks sosial-budaya. Melalui interaksi sosial-budaya kita, kita belajar ketika berbicara; bila tidak berbicara; apa yang harus dibicarakan dengan siapa; dan ketika di mana dan dengan cara apa untuk berbicara. Pengetahuan ini atau kesadaran bagaimana menggunakan bahasa yang berbeda dalam pengaturan dan situasi yang berbeda. Pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahasa kontribusi untuk komunikasi yang tepat dan afektif.
Teori :
ü  Pragmatik menyangkut bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi. Ini merupakan suatu kesadaran bahasa yang menyesuaikan dengan lingkungan yang berbeda ( pada saat makan, dikelas, tempat bermain) dan untuk pendengar yang berbeda (seorang bayi, nenek) ( Jovita Maria Ferliana, 2014: 177)

Contoh :
-          Seorang anak yang dididik dalam adat keluarga jawa, dirumah diajarkan untuk berbicara dengan orangtua menggunakan bahasa jawa krama, sedangkan disekolah dengan gurunya ia terbiasa menggunakan bahasa indonesia. Ketika ia disekolah anak dalam bertuturkata sadar menggunakan bahasa indonesia seperti saat menyapa gurunya ia berkata “permisi” dan ketika pulang bertemu dengan orangtuanya ia berkata “kulonuwun”
-          Ketika ada seorang yang berasal dari Semarang bercakap pada orang Bandung untuk meminta “Gedang” yang dimaksud adalah “Pisang” tetapi di daerah “Gedang” adalah “Pepaya” orang Semarang harus menyesuaikan baha setempat agar ia bisa mendapatkan apa yang dimaksudkannya.

2.      Apa yang dimaksud dengan bahasa reseptive dan expresive? Jelaskan dengan contoh pada anak usia dini ?
Jawab:
-          Bahasa reseptif adalah bahasa yang diperoleh melalui membaca atau mendengarkan
-          Bahasa expresif adalah bahasa yang diperoleh melalui berbicara atau menulis, dengan mengutarakan yang ada dalam pikiran dan perasaan.
Teori :
ü  Myklebust dalam Jovita Maria Ferliana (2014: 17) mengemukakan bahwa proses pemerolehan bahasa anak melalui mendengar berawal dari adanya pengalaman atau situasi bersama antara bayi dan ibunya serta orang-orang lain yang berarti bagi anak dalam lingkungan terdekatnya. Anak tidak diajarkan kara-kata tertentu yang dikuti dengan arti kata-kata tersebut, melainkan melalui pengalamnnya, anak “belajar” menghubungkan antara pengalaman dan lambang bahasa yang diperoleh melalui pendengarannya.
ü  Ketika anak sudah mulai memahami hubungan antara lambang dan bahasa dan benda atau kejadian yang dialaminya, lalu terbentuklah bahasa reseptif anak melalui mendengar atau membaca. Setelah bahasa reseptif  “mulai terbentuk” anak mulai mengungkapkan diri melalui kata-kata sebagai awal kemampuan bahasa ekspresif  melalui kemampuannya bercerita atau menulis (Jovita Maria Ferliana, 2014: 17).
Contoh :
-          Ketika guru bercerita “Kancil Mencuri Mentimun” anak-anak mendengarkan cerita dengan seksama. Dalam cerita tersebut anak belajar banyak kata-kata atau kalimat-kalimat baru. Dengan mendengarkan cerita tersebut anak memperoleh bahasa (kata, kalimat) melalui mendengarkan cerita.
-          Setelah mendengarkan cerita anak diminta untuk menceritakan mengenai pengalamannya dirumah. Misalnya anak menceritakan kegiatannya diwaktu liburan, disini anak belajar mengekspresikan bahasanya kepada pendengar (teman-teman dan gurunya)
3.      Apa yang dimaskud dengan dialect diversity dan apa yang menajdi karakteristik dalam dialog ?
Jawab :
-          Dialect diversity merupakan keragaman dialek yang didalamnya terdapat variasi bahasa khusus. Dipengaruhi oleh perbedaan sosial-budaya dan wilayah geografis. Berkembang dimana sekelompok orang yang berkomunikasi yang sering dalam jangka waktu yang lama.
-          Karakteristik dialek :
ü  Dicirikan berbeda dengan kelima aspek bahasa ; fonetik, sintaks, morfem, semantik, pragmatik
ü  Bahasa tidak standar, berbeda dari aturan
ü  Dialek bahasa mungkin ada perbedaan dalam ejaan, struktur dan tanda baca
ü  Dialek dasar dipahami oleh semua penutur
-          Teori :
Keseragaman terjadi karena penutur yang heterogen selain itu  kegiatan interaksi sosial yang dilakukan sangat beragam. Setiap kegiatan memerlukan atu menyebabkan terjadinya keragaman bahasa. Keragaman akan semakin bertambah kalu bahasa tersebut digunakan oleh penutur yang sangat banyak serta dalam wilayah yang sangat luas ( Abdul Chaer dan Leonie Agustina, 2004: 61).

4.      Apa yang dimaksud dengan Pidgin Language dan kapan terjadinya Pidgin Language ?
Jawab :
Pidgin Language adalah bahasa yang berkembang untuk menanggapi interaksi dua kelompok orang yang awalnya tidak pernah bertemu dan sebelumnya tidak saling berbagi bahasa (Crystal, 1987)
Terjadi saat masa eksplorasi, penjajahan sampai penyelesaian, dikembangkan antara penduduk asli dan para penjelajah, pedagang atau pemukim agar tetap terjadi interaksi.
5.      Bagaimana seorang anak usia dini mendapatkan dua bahasa, berikan analisa!
Jawab :
-          Dibeberapa rumah, masing-masing orangtua berbicara bahasa yang berbeda dengan anaknya dengan bahasa satu ( misal Bahasa Inggris) . ketika berada dikelas, ditempat kakek-nenek atau bahkan ditempat lain anak berbicara dengan bahasa lain (misal Bahasa Indonesia)
-          Analisa :
Bilingualism mengacu pada kemampuan seseorang yang dalam menggunakan dua bahasa. Ketika kemampuannya antara bahasa keduanya sama baiknya dengan bahasa rumah (bahasa ibu) nya kemungkinan tidak akan terlalu mengganggu dalam kegiatanya, tetapi perlu diperhatikan pada anak-anak yang yang sedang belajar bahasa kedua pada tahap permulaan. Pada tahap ini bilingualisme masih pada tahap sederhana dan tingkat rendah, namun juga menjadi pendorong dan sebagai dasar bilingualsime selanjutnya. Perlu adanya pelatihan untuk membiasakan penggunaan dwibahasanya. Karena akan sangat sulit ketika terjadi kasus seorang yg berasal dari Inggris dengan bahasa ibunya bahasa Inggris yang kemudian pindah ke Indonesia. Dia harus belajar Bahasa Indonesia agar dapat berkomunikasi dengan teman-temannya, dari hal tersebut dia akan mendapatkana dua bahasa yaitu bahasa kesatu (bahasa ibu) bahasa inggris dan bahasa kedua yaitu baha Indonesia.



6.      Apa keuntungan dan kerugian menjadi bilingualism?
-          Keuntungan :
ü  Tingkat metalinguistik lebih tinggi
ü  Kesadaran mengenai struktur bahasa lebih awal dan lebih besar
ü  Mempunyai perspektif yang lebih luas
ü  Kemampuan sosial yang lebih baik
-          Kerugian
ü  Anak-anak akan bingung dalam mengkomunikasikan keinginannya
ü  Terjadi pencampuran bahasa
ü  Prestasi anak disekolah menjadi rendah ( saat awal penggunaan dwi bahasa)
ü  Perlu pembiasaan yang lama pada anak yang mempunyai kecerdasan bahasa yang kurang ( khususnya untuk anak-anak pindahan)
7.      Apa faktor yang mempelajari SLA ?
-          Karakteristik peserta didik
ü  Usia
ü  Kemampuan kognitif
ü  Kepribadian
ü  Motivasi
ü  Percaya diri
ü  Kompetensi L2 ( bahasa kedua)
-          Pengaturan sosial
ü  Peran L2 ( bahasa kedua) peserta didik
ü  Kehadiran acuan/ referensi kongkrit
ü  Sumber model bahasa kedua
-          Masukan Linguistik
ü  Jumlah dan kualitas bahasa target
8.      Apa yang terjadi pada kelas Imerssi, pengertian imertion , bagaimana pembelajaran yang terjadi pada kelas immersion ?
-          Immersion : Kelas yang didalamnya menggunakan bahasa kedua sebagai bahasa perantara.
-          Apa yang terjadi :
ü  Anak dituntut menggunakan bahasa kedua saat dikelas terkecuali saat pelajaran bahasa pertama,
ü  Sebagian besar pembelajaran bahasa pengantarnya adalah bahasa kedua
-          Bagaimana pembelajarannya :
ü  Anak-anak dikelompokan menurut bahasa pertama mereka
ü  Guru harus memiliki kefasihan dalam kedua bahasa
ü  Instruksi seni bahasa diberikan dalam bahasa pertama mereka
ü  Intruksi di semua area lain dari kurikulum adalah dalam bahasa kedua
ü  Biasanya tidak ada intruksi resmi dari bahasa kedua
ü  Program imersi bervariasi sesuai dengan tingkat kelas dimana ia diperkenalkan ( mulai TK, kelas 3 atau 4 dll )

9.      Bagaimana menciptakan kelas yang positif, pilih 5 saja jabarkan dengan analisa, bagaimana prakteknya dikelas ?
Jawab :
-          Selecting literature from different cultures and dialects and the classroom. During the past two decades many high quality trade books have been published on the folktales, legends and customs of diverse cultures that introduce cultural characters (beatty & pratt 2003) using diverse literature increases the cultural awareness of students ancourages acceptance of diversity (delphit 1995) (no1)
Dengan memilih literatur dari budaya dan dialek yang berbeda untuk dikenalkan didalam kelas, untuk menumbuhkan kesadaran akan keanekaragaman budaya. Disini anak dikenalkan beragam dan karakter budaya melalui dongeng, legenda, cerita rakyat.
Contohnya ketika dikelas anak dibacakan legenda terjadinya “Gunung Perahu”

-          Emphasizing that language use is determined by the culture in which it is used. Bring examples of the other languages into your classroom in the form of books, newspapers and other written materials as well as in songs (no 2 )
Menekankan penggunaan bahasa diaerah tertentu dimana ia digunakan, dengan membawakan contoh bahasa lain berupa surat kabar, buku atau lagu.
Contohnya anak-anak di daerah pedesaan dikenalkan bahasa inggris melalui lagu “Twinkle-Twinkle Little Stars”

-          Modeling a curosity and interest in other language and dialects. Show your interest in other languages into your classroom. Invite speakers (such as parents) of other languages to come to your class to share their language with your students. Encourage children to share their diverse language knowledge with you and their classmates (no 4)
Menumbuhkan rasa keinguntahuan anak terhadap bahasa dengan mendatangkan model ( pembicara) untuk datang keklas dan berbagi dengan anak-anak dikelas.
Contohnya dengan mendatangkan salah satu orangtua yang memiliki keahlian bahasa Arab untuk berbagi pengetahuan dengan anak dikelas.
-          Learning basic greetings and espressions in a variety of languages and dialects. As speakers of those languages in your classroom to help you with the articulation and inflection. This would a good opportunity to involve bilingual parenst in your classroom. Teach the greetings and expressions to your students. Use these greetings and expressions in daily communication in your classroom orally and writting ( see apendix A for examples from several language) (no 5)
Menumbuhkan pengetahuan kebahasaan dengan membiasakan atau menggunakan dalam keseharian.
Contohnya anak dibiasakan menggunakan salam sapa dalam bahasa inggris setiap hari dilingkungan sekolah
-          Selecting classroom materials that reflect diversity, such as ethnic dolls and role playing attire (no 9)
Memberikan penekanan bahasa melalui bermain peran, melalui boneka
Contohnya anak diajak bermain peran dengan menggunakan bahasa tertentu, misal bahasa jawa krama







Tidak ada komentar:

Posting Komentar