Minggu, 09 November 2014

TUGAS PSP PGRI

TUGAS PSP PGRI
“ AD/ART FINAL SEBAGAI ALAT ANTISIPASI DINAMIKA KEHIDUPAN PGRI”







Disusun oleh
Kelompok II
Laely Sofia / 14150021
Kurnia Nurul Rindu Muninggar / 14150028
Reka Puspita Indriyani/ 14150033
Yanuaria Eka Sari / 14150032
Lailatul Mufidah/ 14150037


PRODI PG-PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR
Puja dan Puji Syukur hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kasih sayang-Nya dan memberikan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan tugas makalah matakuliah PSP PGRI yang berjudul “AD/ART Final sebagai Alat Antisipasi Dinamika Kehidupan PGRI” Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Makalah tentang ulasan mengenai perubahan AD/ART dan pertimbangan dasar perubahannya  ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas semester Gasal mata kuliah PSP PGRI. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih jauh mengenai dinamika pgri pada zaman reformasi, hal dasar yang mengalami perubahan pad AD/ART kepada pembaca.

Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran baik secara tertulis ataupun secara lisan, khususnya kepada Para Dosen pengampu mata kuliah PSP PGRI agar penulis bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya, khususnya memahami tentang mata kuliah PSP PGRI. Hingga akhirnya penulis mampu mempersiapkan diri dengan pengetahuannya  kelak menjadi bagian dari organisasi PGRI yang bermutu.




Semarang, 11 Oktober 2014


Penulis 




I.                   PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
            Guru berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia secara dinamis dan prospektif serta mampu menjawab dala masa mendatang. Dengan adanya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah berhimpunnnya para guru dan tenaga kependidikan lainnya merupakan organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan yang membudayakan nilai-nilai Pancasila serta semangat nilai’45, untuk menampung aspirasi para guru, membela nasib guru serta memperjuangkan  kesejahteraan anggotanya. Dinamika secara aktif memelihara, mempertahankan dan meningkatkan persatuan dan kesatuan guru yang dijiwai semangat kekeluargaan, kesetiakawanan sosial, yang kokoh sehingga PGRI sebagai wadah berhimpunnya guru serta tenaga kependidikan lainnya saling merekatkan dan memberdayakkan anggotanya.
            Memasuki abad 21 ini dengan adanya perubahan yang berlangsung cepat terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta segala dampaknya menuntut PGRI untuk terus berkembang pula sesuai dinamikanya, hingga perlu adanya perubahan, pengembangan serta penyempurnaan paradigma baru untuk menyongsong masa depan dan segala tantangan zaman saat ini. Tidak terkecuali perubahan atau penyempurnaan AD/ART dalam menjaga dinamika kehidupan PGRI sendiri, sehingga semakin mampu menjawab tantangan zaman dengan terus meningkatkan mutu serta martabat PGRI.

I.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang ingin dikupas diantaranya adalah :
1.      Bagaimana dinamika PGRI pada zaman reformasi ?
2.      Apa yang menjadi dasar pertimbangan perubahan AD/ART PGRI ?
3.      Pokok bahasan apa saja yang mengalami perubahan pada AD/ART PGRI  ?

I.3 Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat mengetahui dan menjelaskan :
1.      Dinamika PGRI pada zaman reformasi
2.      Dasar pertimbangan perubahan AD/ART PGRI
3.      Pokok bahasan yang mengalami perubahan


II.                PEMBAHASAN

II.1 Dinamika PGRI di Zaman Reformasi
            PGRI merupakan wadah tempat berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi dan organisasi ketenagakerjaan yang berdasarkan Pancasila. Melalui wadah PGRI sesama anggota mengembangkan profesinya, berjuang memecahkan masalah untuk dengan tanpa henti serta meningkatkan kesejahteraan anggota untuk kejayaan PGRI. Dinamika secara aktif memelihara, mempertahankan dan meningkatkan persatuan dan kesatuan guru yang dijiwai semangat kekeluargaan, kesetia kawanan sosial yang kokoh sejahtera lahir batin dan kesetiakawanan organisasi baik nasional maupun internasional. Dengan demikian, PGRI sebagai wadah terhimpunnya guru dan tenaga kependidikan lainnya yang dapat saling merekatkan dan memberdayakan anggotanya.
            Secara terus-menerus, PGRI bersama anggotanya berupaya mewujudkan pengabdiannya melalui pembinaan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya, membina serta mengembangkan pendidikan dan kebudayaan bagi pembangunan Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang dilakukan secara konsekuen dan berkesinambungan dan tegak pada komitmen PGRI. Era reformasi merupakan suatu kurun waktu yang ditandai dengan berbagai perubahan untuk membentuk suatu keseluruhan tatanan baru yang lebih baik untuk mencapai tujuan sejak lengsernya Presiden Sueharto pada bulan Mei 1997. perubahan dalam reformasi adalah perubahan yang dilakukan secara konsepsional dan kontitusional dengan strategi dan program yang lebih efektif dalam suasana madani.
            Didalam kerangka demikian, PGRI juga melakukan serangkaian perubahan melalui kongres XVIII, November 1998 di Bandung sebagai respon penyesuaian terhadap tuntutan reformasi. Pada saat itulah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI mengalami perubahan guna menjawab tantangan global, tantangan nasional dan organisasional. Kecenderungan oraganisasi PGRI mengalami perubahan sebagai organisasi yang harus mampu beradaptasi dan mewujudkan dirinya sebagai The learning organization yaitu organisasi yang senantiasa belajar sebagai organisasi yang secara berkelanjutan melakukan transformasi diri secara lebih baik mengelola pengetahuan, penggunaan teknologi, sumber daya manusia, perluasan pembelajaran, sebagai adaptasi dalam perubahan lingkungan.
            Dalam mengadaptasi perubahan lingkungan yang demikian, PGRI dituntut memiliki kecakapan untuk yang lebih siap mengantisipasi dan beradaptasi terhadap dampak perkembangan lingkungan, menjadi lebih cakap belajar dari pesaing dan mitra kerja, belajar secara efektif dan kesalahan sendiri, memberdayakan semua sumber daya manusia pada setiap jenjang organisasi dan untuk mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menerapkan perubahan yang strategis dan merangsang perbaikan secara terus-menerus pada setiap bidang dan jenjang organisasi.

II.2 Dasar Pertimbangan Perubahan AD/ART PGRI
Dalam suatu organisasi memang perlu adanya pengembangan atau penyempurnaan dalam segala bidang, tidak terkecuali PGRI sendiri. Demi menjawab tantangan zaman yang semakin maju dengan pesatnya dengan segala kemajuan yang ada PGRI juga melakukan perubahan, pengembangan penyempurnaan dalam segala bidang salah satunya penyempurnaan AD/ART tersebut. Pada masa mendatang, PGRI harus terus mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan jamannya. Sesuai dengan dinamika yang terus berlangsung, PGRI harus dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang muncul, menyikapi tantangan yang menghadang dan memberikan  kontribusi terhadap tuntutan dan pemenuhan kebutuhan yang dihadapi bangsa, khususnya  berkaitan dengan dunia pendidikan yang secara lebih spesifik bersentuhan dengan persoalan guru. Yang menjadi dasar pertimbangan perubahan AD/ART adalah sebagi berikut ;
Penyempurnaan AD / ART PGRI dilakukan berdasarkan pertimbangan
a.                   Forum organisasi yang berhak mengubah AD / ART hanyalah kongres sehingga setiap akan berlangsungnya kongres sebaiknya dilakukan upaya mereview AD / ART apakah perlu ada perubahan atau tidak karena kongres hanya dilakukan setiap lima tahun.
b.                  Perkembangan kenegaraan dan pemerintahan yang terjadi menuntut adanya penyesuaian AD / ART yang berkaitan dengan otonomi daerah, demokrasi, dan tata hubungan internasional yang baru.
c.                   Keputusan kongres sebelumnya yang memberikan pengukuan atau persetujuan atas hasil Tim Review AD / ART PGRI dari wilayah barat dan timur.
d.                  Perkembangan social kemasyarakatan yang terus berkembang kearah kebebasan, demokrasi, perlindungan hak asasi manusia dan iklim politik yang terbuka.

Adapun dalam penyempurnaan AD/ART juga harus mempunyai prinsip, diantaranya sebagai berikut ;
a.                   AD / ART adalah landasan utama dan terutama sebuah organisasi yang harus di pegang teguh oleh anggota dan pengurus. Yang sebaiknya tidak boleh diubah antara lain: nama, azaz, sifat, dan tujuan organisasi karena mengubah semua ini akan mengubah hakikat oganisasi PGRI.
b.                  AD / ART bersifat lentur yang memberi ruang gerak para pelaksana organisasi tetapi juga harus memberikan arahan sehingga tersedia pegangan serta acuan bagi para pelaku organisasi.
c.                   AD / ART hendaknya tidak terlalu kaku tetapi juga tidak terlalu terbuka dengan tetap memberikan keleluasaan tetapi tidak tak terbatas.
d.                  AD/ ART dapat mengantisipasi arah perkembangan pemerintah, polotik, kemasyarakatan, organisasi, tuntutan anggota dan tantangan masa depan antara lain:
1.      AD / ART harus mengantisipasi munculnya organisasi baru baik di dalam maupun di luar PGRI.
2.      Membuka kemungkinan organisasi yang bernaung di bawah PGRI berperan lebih aktif dengan pemberian peran yang lebih besar.
3.      Struktur organisasi disetiap jenjang harus dapat mendukung gerak langkah organisasi yang lebih transparan, demokrasi, dan kolektip. Jika tidak para anggota akan mencari alternative lain yang memungkinkan mereka dapat dihargai, diakui, dan diberi kebebasan menyampaikan aspirasinya secara lebih aktif.
4.      Struktur organisasi harus luwes sehingga daerah dapat memilih yang paling sesuai dengan kondisi daerahnya dan perlu ada batasan dan koridor yang tidak boleh dilewati;
e.                   AD / ART harus member ruang gerak yang terbuka setiap aspirasi dan inovasi positif yang akan memperkaya organisasi tetapi pada saat yang bersamaan juga harus menjadi benteng yang kokoh bagi setiap upaya yang akan menyeret PGRI ke arah yang bertentangan dengan azaz dan tujuan organisasi dan pada arah yang negative baik dari dalam maupun dari luar.
f.                   AD / ART sebaiknya memuat pokok – pokok garis kehidupan organisasi yang harus diikuti dan dilengkapi dengan ketentuan pelaksanaan lainnya.
g.                  Kemitrasejajaran gender dan pemberdayaan perempuan harus tersurat dengan jelas baik dalam tugas dan fungsi maupun dalam pengalokasian perempuan pada kepengurusan di semua jenjang.
h.                  Organisasi dengan prinsip management yang modern haruslah “ kaya fungsi tetapi miskin struktur” mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan keadaan.

II.3 Pokok Bahasan yang Mengalami Perubahan dalam AD/ART
Adapun beberapa hal mendasar yang mengalami perubahan sebagai berikut;
AWAL
SEKARANG
Jati Diri (Bab III pasal 3 AD/ART)
1)      Organisasi Perjuangan
2)      Organisasi Profesi
3)      Organisasi Ketenagakerjaan
Jati Diri
1)      Organisasi Profesi
2)      Organisasi Perjuangan
3)      Organisasi Ketenagakerjaan
Sifat
1)      Unitaristik
2)      Independen
3)      Non Partai Politik

Sifat
1)      Unitaristik
2)      Independen
3)      Nonpartisan

Visi : Terwujudnya organisasi mandiri dan dinamis yang dicintai anggotanya, disegani mitra dan diakui perannya oleh masyarakat. PGRI didirikan untuk mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dengan program utama dibidang pendidikan untuk mencerdaskan pendidikan bangsa dan memperjuangkan kesejahteraan bagi para guru
Visi : Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Guru Indonesia yang Tepercaya, Dinamis, Kuat, dan Bermartabat

Misi :
1.      Mewujudkan cita-cita proklamasi pgri bersama komponen bangsa yang lain, berjuang yaitu berusaha secara konsisten mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sesuai amanat UU1945
  1. Mensukseskan pembangunan nasional PGRI bersama komponen bangsa, melaksanakan pembangunan bangsa khususnya dibidang pendidikan
  2. Memajukan pendidikan nasional PGRI selalu berusaha untuk terlaksananya sistem pendidikan nasional, berusaha selalu memberikan masukan-masukan tentang pembangunan pendidikan kepada Departemen Pendidikan Nasional
  1. Meningkatkan profesionalitas guru PGRI berusaha dengan sungguh sungguh agar guru menjadi profesional sehingga pembangunan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat direalisasikan
  2. Meningkatkan kesejahteraan guru agar guru dapat profesional maka guru harus mendapatkan imbal jasa yang baik, ada perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sehingga ada rasa aman, ada pembinaan karir yang jelas. Guru harus sejahtera, profesional dan terlindungi.
Misi:
1.      Meningkatkan profesionalitas guru dan dosen.
  1. Memberikan perlindungan profesi, hukum, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hak atas kekayaan intelektual.
  2. Meningkatkan kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga kependidikan.
  3. Membangun kerjasama dengan pemerintah, pemerintah daerah  dan lembaga nonpemerintah.
  4. Mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu dan terjangkau masyarakat.
  5. Mendorong layanan prima dalam pendidikan
  6. Menyukseskan pembangunan nasional


dan beberapa perubahan lain yang terdapat pada pasal-pasal AD/ART seperti ; kode etik guru, susunan keorganisasian, anggaran keuangan (iuran) dan lain-lain. Perubahan atau penyempuranaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi dinamika kehidupan PGRI dengan segala kemajuan zaman yang pesat, guna menyikapi segala tantangan zaman saat ini.





III.             PENUTUP
I.1 Kesimpulan
Dalam suatu organisasi memang perlu adanya pengembangan atau penyempurnaan dalam segala bidang, tidak terkecuali PGRI sendiri. Demi menjawab tantangan zaman yang semakin maju dengan pesatnya dengan segala dampaknya yang ada, PGRI juga melakukan perubahan, pengembangan, penyempurnaan dalam segala bidang salah satunya penyempurnaan AD/ART tersebut yang meliputi segala beberapa perubahan dan penyempurnaan guna mempersiapkan diri menyongsong zaman yang semakin majunya. Tidak menutup kemungkinan PGRI akan ikut mengalami kemajuan dalam perkembangan zaman sehingga semakin mampu memajukan organisasi serta menyejahterakan anggotanya serta mengantisipasi dinamika kehidupan organisasi PGRI sendiri.

1.2 Saran
Baik adanya perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI guna mengantisipasi dinamika kehidupan organasasi PGRI sendiri mengahadapi kemajuan zaman. Kita sebagai mahasiswa yang juga calon bagian dari organisasi PGRI sendiri alangkah baiknya juga mempersiapkan diri dengan lebih memahami dinamika kehidupan organisasi juga setidaknya mengetahui pemahaman tentang AD/ART itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA



Jumat, 24 Oktober 2014

Jenis-Jenis Sumber Belajar Dan Media Pembelajaran

TUGAS MATAKULIAH
SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
“Jenis-Jenis Sumber Belajar Dan Media Pembelajaran”















Disusun Oleh
Kelompok II
Andita Istiana W/14150003
Retno Fitria/14150013
Avinda Deviyanti/14150016
Maria Emeryta/14150020
Asma Nurul R L/14150030
Yanuaria Eka Sari/ 14150032





PRODI PG-PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR



Puja dan Puji Syukur hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kasih sayang-Nya dan memberikan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan tugas makalah matakuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran yang berjudul “Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran” Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Makalah tentang ulasan mengenai Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas semester Gasal mata kuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih jauh mengenai pengertian, konsep dasar Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran kepada pembaca.

Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran baik secara tertulis ataupun secara lisan, khususnya kepada Dosen pengampu mata kuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran Bapak Anto agar penulis bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya, khususnya memahami tentang mata kuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran pada materi Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran.




Semarang, 9 Oktober 2014


Penulis






DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.................................................................................................. 2
DAFTAR ISI................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang......................................................................................................... 4
I.2 Rumusan Masalah.................................................................................................... 4
I.3 Tujuan...................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Sumber Belajar dan Media Pembelajaran........................................... 5
II.2 Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran........................................... 5
II.3 Karakteristik Sumber Belajar dan Media Pembelajaran....................................... 9
II.4 Manfaat Sumber Belajar dan Media Pembelajaran.............................................. 11
BAB III PENUTUP
III.1 Kesimpulan......................................................................................................... 13
III.2 Saran................................................................................................................... 13
III.3 Daftar Pustaka.................................................................................................... 13













I.                   PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
            Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Pendidikan yang bernilai edukatif adalah pembelajaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Guru dengan sadar melakukan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya untuk kepentingan pengajaran. Guru dituntut untuk dapat menyampaikan materi dengan tuntas dan dapat dikuasai oleh anak didik, ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengan keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berbeda. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik satu dengan anak didik lainnya yaitu aspek intelektual, psikologis dan biologis.
            Dari perbedaan aspek tersebut banyak keluhan-keluhan guru yang sering terlontar hanya karena masalah pegelolaan dengan baik. Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi, karena usaha yang dapat dilakukan masih terbuka lebar. Salah satunya dengan meminimalkan jumlah anak didik dikelas. Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas. Guru juga perlu memanfaatkan beberapa media pendidikan yang telah ada dan mengupayakan pengadaan media pendidikan baru terwujudnya tujuan bersama.

I.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah:
1.        Apa pengertian jenis sumber belajar dan media pembelajaran ?
2.        Apa saja jenis-jenis sumber belajar dan media pembelajaran ?
3.        Bagaimana karakteristik media pembelajaran ?
4.        Apa manfaat sumber dan media pembelajaran ?

I.3 Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat mengetahui dan menjelaskan :
1.        Pengertian jenis-jenis sumber belajar dan media pembelajaran
2.        Jenis- jenis sumber dan media pembelajaran
3.        Karakteristik media pembelajaran
4.        Manfaat sumber dan media pembelajaran

II.                PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
            Menurut Anna Suhaena,S (1998) menurutnya sumber belajar adalah manusia, bahan, kejadian, peristiwa, setting, teknik yang membangun kondisi yang memberikan kemudahan bagi anak didik untuk belajar memperoleh pengetahuan.
            Menurut Anggani Sudono (1995), Sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat digunakan untuk memberikan informasi maupu berbagai keterampilan pada murid maupun guru. Sumber belajar merupakan semua hal dapat memberikan masukan dan informasi maupun pengertian pada anak, yaitu hal-hal yang dapat memudahkan proses belajar anak.

II.2 Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
·                     Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengklasifikasi dan mengidentifikasi media pembelajaran. Berikut akan diuraikan beberapa pendapat para ahli :
a. Rudy Bretz
Melihat media dari tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak.
b.  Sadiman dkk
Mengklasifikasikan media menjadi:
1.      Media grafis, misalnya foto dan sketsa
2.        Media audio, misalnya radio dan tape recorder
3.       Media proyeksi diam, misalnya film dan televise
c.    Santoso S. Hamijaya
Mengklasifikasikan media sebagai berikut :
1.      Media dan teknologi yang digunakan secara massa, meliputi : TV, Film, slide dan radio.
2.      Media dan teknologi yang digunakan secara individual, meliputi : kelas atau laboratorium elektronik, alat-alat otoinstruktif.
3.      Media dan teknologi yang digunakan secara konvensional, yaitu yang dugunakan guru baik dikelas maupun diluar kelas dalamm kelompok kecil maupun besar.
4.      Media dan teknologi modern, meliputi : ruang kelas otomatis, sistem proyeksi ganda dan sistem interkomnukiasi.
Dari beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis dari media pembelajaran itu memiliki beberapa aneka ragam. Yang dapat digunakan oleh seorang pendidik sesuai dengan kapasitas  media yang dimiliki oleh sekolah masing-masing dan yang dapat manfaatkan sesuai situasi kondisi saat proses pembelajaran disekolah. Agar dapat mempelancar interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.
Ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran. Pertama, media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster dan lain-lain. Media grafis sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar. Kedua,media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat, model penampang, model susun, model kerja, diorama dan lain-lain. Ketiga, media Proyeksi seperti slide, film, penggunaan OHP dan lain-lain. Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media pengajaran.
Penggunaan media di atas tidak dilihat atau dinilai dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pengajaran.
Media maupun sumber belajar secara garis besarnya, terdiri atas dua jenis yaitu :
a.                       Media atau sumber belajar yang dirancang, yaitu media dan sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b.                        Media atau sumber belajar yang dimanfaatkan, yaitu media dan sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keprluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
·                     Media yang telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam :
1.      Media Auditif
2.       Media visual
3.      Media audio visual
b.      Dilihat dari daya liputnya, media dibagi kedalam :
1.       Media dengan daya liput luas dan serentak. Contoh : radio dan televisi
2.      Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Contoh : film dan sound slide.
3.      Media untuk pengajaran individual. Contoh : modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
c.       Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi ke dalam  :
1.      Media sederhana
2.      Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaanya tidak sulit.
3.      Media kompleks adalah media yang bahan dan alat pembuatanya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaanya memerlukan keterampilan yang memadai.
Selain itu, dapat pula diuraikan beberapa jenis alat yang dapat digunakan dalam media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut :
a.        Papan tulis, Papan tulis mempunyai nilai tertentu, seperti penyajian bahan dapat dilakukan secara jelas, kesalahan tulisan mudah diperbaiki, dapat merangsang anak untuk aktif, dapat menarik perhatian. Penggunaan papan tulis memerlukan keterampilan menulis dan kerajinan membersihkannya.
b.      Bulletin board dan display, Ini mempunyai nilai tertentu, seperti tempat mempertontonkan gambar-gambar khusus yang menunjukkan benda, poster atau karya kelas lainnya, dapat digunakan sebagai papan pengumuman kelas, pengumuman sekolah atau petugas, dan mampu memperluas minat anak dan menimbulkan semangat serta tanggung jawab bersama.
c.        Gambar dan ilustrasi fotografi, Bisa bersifat konkret, tak terlalu terbatas pada ruang dan waktu, membantu memperjelas masalah, membantu kelamahan indera, mudah didapat, relatif murah dan mudah digunakan.
d.      Slide dan film strip, Merupakan gambar yang diproyeksikan, dapat dilihat dan mudah dioperasikan. Disekolah-sekolah tradisional hampir tak pernah digunakan, karena slide dan filmstrip mensyaratkan sumber tenaga listrik dan perangkat keras.
e.        Rekaman pendidikan, Melalui alat ini kita dapat mendengarkan cerita, pidato, musik, sajak, pengajian. Selain itu, mempunyai nilai yaitu dapat memberikan bermacam-macam bahan, pelajaran dapat lebih konkret, mendorong aktivitas belajar dan sebagainya.
f.         Radio pendidikan, Radio pendidikan biasanya tidak dipergunakan penuh langsung untuk tujuan pendidikan. Di radio pendidikan biasanya siaran khusus untuk pendidikan diatur dengan jadwal.
g.       Televisi pendidikan, Media ini mempunyai nilai tertentu, yaitu bersifat langsung dan nyata, jangkuan luas, memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik minat.
h.       Peta dan globe, Peta adalah penyajian visual dari muka bumi, globe adalah bola bumi atau model. Kedua ini berbeda secara gardual akan tetapi saling melengkapi.
i.        Buku pelajaran, Buku pelajaran mempunyai nilai tertentu yaitu, membantu guru merealisasikan kurikulum, memudahkan kontinuitas pelajaran, dapat dijadikan pegangan dan sebagainya.
j.        Alat teknologi pendidikan lainnya adalah mesin belajar dan belajar berprogram, laboratorium bahsa, komputer, kemah dan lain sebagainya yang juga merupakan media pendidikan yang mengandung nilai-nilai pendidikan.

·                     Pengklasifikasian sumber belajar menurut Nana Sudjana terbagi ke dalam 5 bentuk sebagai berikut:
  1. Sumber belajar tercetak, seperti buku, majalah dan koran,
  2. Sumber belajar non cetak, seperti film, slide, radio dan video,
  3. Sumber belajar berbentuk fasilitas, seperti aula, perpustakaan dan studio,
  4. Sumber belajar berupa kegiatan, seperti seminar, wawancara dan observasi,
  5. Sumber belajar berupa lingkungan, seperti taman kota dan pabrik.
·                     AECT (Association For Education Communication and Technology) 1979 mengklasifikasikan jenis sumber belajar menjadi 6 yaitu:
  1. Pesan (message), yaitu informasi yang ditransmisikan (diteruskan) oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, arti dan data. Termasuk ke dalam kelompok pesan adalah semua bidang studi, materi pokok atau mata kuliah yang harus diberikan pelayanan kepada para pengguna PSB.
  2. Orang (people), yaitu manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, penyaji pesan. Dalam kelompok ini jika dilihat dari sisi internal dimasukan para staff Pusat Sumber Belajar itu sendiri yang ada pada struktur organisasi PSB, yaitu:Kepala Sekolah, Koordinator PSB, Tenaga Adminitrasi, Ketua unit pengembangan sistem pembelajaran, Ketua unit pelayanan, dan Ketua unit pengembangan media. Selain para staff PSB itu sendiri juga, siswa/mahasiswa, guru/dosen/intruktur dan tenaga kependidikan termasuk kedalam sumber belajar itu.
  3. Bahan (materials), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk kategori bahan terdiri dari 2 kriteria, yaitu material sederhana dan material mutakhir, misalnya tranparansi, slide, film, audio, video, modul, majalah, dan lain-Iain.
  4. Alat (devices), yaitu perangkat keras yang digunakan untuk penyampaian pesan yang tersimpan dalam bahan. Misalnya, proyektor slide, overhead, video tape, pesawat televisi, 
  5. Teknik (techniques), yaitu prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Contohnya pembelajaran terprogram, belajar sendiri, demonstrasi, ceramah, dan Iain-Iain
  6. Lingkungan (setting), yaitu situasi sekitar di mana pesan disampaikan, lingkungan bisa bersifat fisik (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, studio, dan sebagainya) maupun lingkungan non fisik (suasana belajar dan Iain-Iain)

II.3 Karakteristik Media Pembelajaran
            Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, dari segi pembuataanya, ke efesiennya, penggunaannya. Kemampuan melihat karakteristik terhadap media pembelajaran kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru, supaya guru dapat melihat dan menentukan media pembelajaran yang akan digunakan secara bervariasi.
·      Menurut Gerlach & Ely ada tiga ciri media yang dapat membantu proses kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu :
a.    Ciri Fiksatif
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, disket komputer dan film. Dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian yang terjadi pada satu waktu tertentu ditrsanportasikan tanpa mengenal waktu. Ciri ini amat penting bagi guru karena kejadian yang telah direkam atau disimpan dengan format media dapat digunakan setiap saat.


b.    Ciri Manipulatif
Transformasi suatu kejadian dimungkinkan karena media memilki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time- lapse recording. Disamping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat penayangan kembali hasil suatu rekaman video.
Manipulasi kejadian atau objek dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu. Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan perhatian sungguh-sungguh karena apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan kembali urutan kejadian atau pemotongan bagian-bagian yang salah, maka akan terjadi pula kesalahan penafsiran yang tentu saja akan membingungkan dan bahkan menyesatkan sehingga dapat mengubah sikap mereka kearah yang tidak diinginkan.
c.    Ciri Distributif
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara bersamaan di berbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang disuatu tempat. Konsistensi informasi yang telah direkam akan terjamin sama dengan yang aslinya

·      Kriteria Umum
Merupakan ukuran dalam memilih sumber belajar diantaranya ;
1.      Ekonomis dalam pengertian murah, tidak terpaku pada harganya yang selalu rendah, tetapi dapat juga pemanfaatannya dalam jangka panjang
2.      Praktis dan sederhana, tidak memerlukan pelayanan sampingan yang sulit dan langka
3.      Midah diperoleh, dekat tersedia dimana-mana dan tidak perlu diadakan atau dibeli
4.      Fleksibel dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruktusional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar
5.      Komponen-komponen sesuai dengan tujuan, hal ini untuk menghindari hal-hal yang ada diluar kemampuan guru.
·         Kriteria berdasarkan Tujuan
1.        Memotivasi, bertujuan membangkitkan minat, mendorong partisipasi, merangsang pertanyaan-pertanyaan, memperjelas masalah dsb
2.        Pengajaran, untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar
3.        Penelitian, merupakan bentuk yang dapat diobservasi, dianalisis, dicatat secara teliti
4.        Memecahkan masalah
5.        Presentasi, ditekankan sumber sebagai metode/strategi penyampaian pesan.

II.4 Manfaat Sumber dan Media Pembelajaran
·         Manfaat media pembelajaran
Selain keempat nilai media pembelajaran di atas masih terdapat pula nilai-nilai yang lainnya dari pemanfaatan media pembelajaran di TK yaitu berikut ini :
1.      Memungkinkan anak berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya.
2.      Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masing-masing anak
3.      Membangkitkan motivasi belajar anak.
4.      Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan
5.      Menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh anak
6.      Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
7.      Mengontrol arah dak kecepatan belajar anak.

·         Manfaat Peralatan Media Pembelajaran
Diantara manfaat atau kegunaan media pembelajaran yaitu:
a.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka).
b.    Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
1.      Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model.
2.      Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar.
3.      Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi.
4.      Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
5.      Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll.
6.      Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
c.    Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi.
Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
1.      Menimbulkan kegairahan belajar
2.      Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
3.       Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
d.   Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa,maka guru akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa diatasi dengan media yang berbeda dengan kemampuan dalam:
1.      Memberikan perangsang yang sama
2.       Mempersamakan pengalaman
3.      Menimbulkan persepsi yang sama.
















III.             PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Pendidikan memiliki nilai edukatif dan diarahkan untuk mencapai sebuah tujuan. Untuk mendukung kegiatan pendidikan maka diperlukan sebuah cara agar pembelajaran dapat diterima dengan baik. Maka dari itu para guru memanfaatkan media pendidikan dengan berbagai jenisnya sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Media pembelajaran memiliki bebeapa ragam yang digunakan sesuai situasi dan kondisi. Penggunaan media tidak dilihat dari sisi kecannggihannya tetapi lebih pada fungsinya demi mencapai tujuan yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Ada berbagai macam media mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling canggih. Seperti papan tulis sampai computer.
Semua sarana media pembelajaran dimaksudkan agar pesan yang disampaikan oleh guru dapat dimengerti oleh anak didik, membuat proses belajar mengajar lebih menarik, membangkitkan moivasi belajar dan yang lebih penting adalah proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

III.2 Saran
            Jenis-jenis sumber belajar dan media pembelajaran dianggap penting dalam proses belajar siswa. Namun perkembangan zaman dan gaya hidup serba praktis menyebabkan banyak yang lebih memilih media yang modern. Alangkah baiknya jika kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar kita untuk di daur ulang agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Selain itu kita juga dapat belajar kreatif dan lebih ekonomis.

III.3 Daftar Pustaka
Zaman, Badru dkk. 2007. Media dan Sumber Belajar TK. Jakarta : Universitas Terbuka
Bahan Ajar Sumber Belajar ( Pak Anto ) ( tahun tidak tertera ).